Menu

Perusahaan Anda belum Maju? Berikut 4 Langkah Efektif untuk Meningkatkan Skill Karyawan Anda!

0 Comments

Perusahaan, dalam segmen industri apapun, memiliki dinamika internal yang tidak bisa dipungkiri. Tenaga kerja yang dimiliki senantiasa akan terus ‘berjuang’ untuk mempertahankan posisinya. Hal ini disebabkan karena ketersediaan pasokan tenaga kerja yang cukup besar dan berkualitas di pasar tenaga kerja.

Mau tidak mau, perusahaan harus dapat meningkatkan skill karyawan agar tidak perlu melakukan rekrutmen berulang-ulang.

Pada banyak kasus, posisi tertentu dalam perusahaan memang membutuhkan penyegaran dengan memasukkan tenaga kerja baru. Tenaga baru ini akan memberikan suntikan produktivitas dalam taraf tertentu, sehingga perusahaan dapat terus bersaing. Namun demikian, tenaga baru tidak dapat serta merta bekerja dengan optimal dalam jangka waktu pendek.

Pelatihan dan orientasi diperlukan agar tenaga baru tersebut dapat memahami ritme kerja perusahaan. Baru setelah tenaga baru memahami dan bisa beradaptasi dengan ritme kerja perusahaan, harapan peningkatan produktivitas bisa diwujudkan. Serangkaian program dan tahapan adaptasi ini yang tidak diperlukan untuk karyawan yang memang sudah dimiliki.

Kenyataannya perubahan terus terjadi, dan pos-pos baru pekerjaan harus selalu diisi. Meningkatkan skill karyawan yang telah dimiliki bisa jadi solusi efektif untuk memangkas waktu dan biaya adaptasi yang diperlukan karyawan baru. Nantinya, perusahaan bisa memberikan berbagai pelatihan kemampuan baru yang harus dikuasai, agar efek peningkatan produktivitas juga bisa didapatkan.

Lalu bagaimana cara meningkatkan produktivitas dengan sumber daya manusia yang dimiliki? Bukankah kebaruan memang diperlukan dalam SDM perusahaan? Kebaruan ini sejatinya tidak berkutat pada tenaga baru, namun skill baru. Setidaknya terdapat empat langkah yang bisa dilakukan perusahaan untuk dapat meningkatkan skill karyawan yang dimilikinya.

1. Motivasi SDM

Perkembangan tidak akan terjadi tanpa adanya kesadaran. Ini sebabnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah memberi motivasi pada SDM yang dimiliki. Motivasi ini dasarnya jelas, yakni jika perusahaan ini tetap eksis, maka perusahaan harus mengikuti perkembangan yang terjadi. Dalam skala kecil, perkembangan ini menuntut skill baru dan semangat kerja yang stabil.

Selain dari kemampuan baru, motivasi juga sebenarnya bisa timbul dari pengetahuan bahwa di pasar tenaga kerja, banyak SDM baru yang memiliki kualitas tinggi. Posisi karyawan bisa saja terancam jika tidak mau melakukan pengembangan diri. Tanpa bermaksud mengancam, namun kenyataan ini memang ada dan harus dipahami karyawan sebagai dorongan motivasi.

2. Program Pelatihan

Tentu dalam upaya peningkatan kualitas SDM yang dimiliki sekarang, perusahaan perlu memiliki program pelatihan yang jelas. Biasanya program ini akan disusun oleh bagian HR. Penyusunan program ini harus tepat sasaran dan berdasarkan data yang valid, agar menghasilkan output yang optimal pula.

Bagian HR harus dapat menganalisa pengembangan sektor apa yang diperlukan. Analisa ini akan merujuk pada rekaman keseluruhan kinerja karyawan sehingga dapat melihat kecenderungan sektor apa yang masih harus ditingkatkan. Dengan memahami hal ini, program pelatihan yang diberikan idealnya akan dapat meningkatkan skill karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

3. Tujuan dan Target Jelas

Perusahaan memiliki satu target jelas yang akan dituju dalam operasionalnya di satu periode waktu tertentu. Target ini ditetapkan atas perhitungan yang detail, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kemampuan SDM yang dimiliki. Terkadang demi memenuhi target yang ditetapkan, karyawan harus melakukan lembur dalam jumlah tertentu.

Agar pekerjaan karyawan lebih ringan, perusahaan harus mampu menerjemahkan target ini untuk dicerna oleh setiap karyawan yang ada. Misal pada divisi A, dalam satu hari harus menyelesaikan item pekerjaan 1, 2 dan 3. Sehingga karyawan memahami benar bahwa setiap hari mereka memiliki target yang harus dicapai dan jelas apa yang harus dikerjakan.

Ketidakjelasan target pada level karyawan bisa jadi faktor utama produktivitas karyawan menurun. Ini sebabnya, bagian HR dan tiap manajer bagian harus dapat menerjemahkan target perusahaan, melakukan breakdown lebih kecil untuk dikerjakan pada level karyawan.

4. Apresiasi

Setiap karyawan tentu akan merasa senang ketika apa yang dikerjakan diapresiasi oleh perusahaan. Efek berantainya, karyawan yang senang akan memberikan effort yang lebih pada pekerjaan. Apresiasi ini perlu dilakukan dalam bentuk sekecil apapun, agar karyawan merasa berpartisipasi dalam pencapaian yang dilakukan perusahaan.

Bentuk apresiasi bisa beragam, pemberian status karyawan terbaik misalnya, hadiah kecil yang ikonik, insentif tambahan, atau tiket liburan hingga promosi jabatan. Upaya untuk menjaga kondisi psikis karyawan tetap dalam keadaan baik juga memiliki andil besar dalam peningkatan kemampuan kerja karyawan.

Dalam rangka meningkatkan skill karyawan, perusahaan memang harus merencanakannya dengan teliti dan berorientasi pada hasil. Data yang diperlukan harus valid dan aktual, sehingga bagian HR bisa menyusun rencana yang solid demi kemajuan perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *