Menu

Berikut 5 Gaya Kerja Kaum Milenial di Startup yang Harus Kamu Ketahui

0 Comments

Semakin banyaknya pengusaha dan pekerja dalam kategori usia millennial. Sebagai gambaran singkat dilansir dari artikel Tirto, Generasi Millennial, yang juga punya nama lain Generasi Y, adalah kelompok manusia yang lahir di atas tahun 1980-an hingga 1997.

Dengan adanya perubahan dominan umur ditempat kerja. Tentu saja, hal ini juga akan berdampak dengan perubahan cara kerja, perkembangan karir dan ekpektasi pekerjaan mereka.

Berdasarkan suveri Forbes yang dilakukan Rosemary Haefner, Vice President Human Resources di CareerBuilder, mereka menemukan bahwa millennial selalu lebih ingin cepat dalam perkembangan akselerasi karir dan sangat menyukai waktu kerja yang fleksible. Berikut adalah beberapa ciri bekerja dari generasi millennial yang umum ditemukan di tempat kerja.

  1. Waktu kerja flexible

Kalo dulu memulai hari lebih pagi dianggap lebih baik kalo jaman sekarang millennial bisa dengan bebasnya medeklarasi dirinya sebagai “I’m not a morning person atau I’m an owl person” yang berarti mereka lebih bisa produktif di siang hari atau bahkan di malam hari ketimbang harus bekerja di pagi hari.

Jam 10 pagi adalah jam normal untuk para millennial untuk datang ke kantor. Banyak perusahaan startup yang memberlakukan sistem ini dimana kebanyakan pekerjanya adalah millennial. Peraturan ini diberlakukan untuk mengikuti pola pikiran millennial ditambah jam produktif setiap orang yang memang berbeda-beda.

  1. Bisa kerja di mana saja

Travelling merupakan salah satu aktivitas yang digemari millennial, selain itu, mereka pun senang dengan sistem kerja yang fleksible, yang berarti bisa bekerja dimana saja dan kapan saja. Era bekerja di kantor kubikel 8 jam setiap harinya sudah bukan menjadi budaya untuk millennial.

Bekerja lebih dari 8 jam setiap harinya, bahkan hingga larut malam bisa dijangkau asalkan masih adanya koneksi internet. Oleh sebab itu, selain terkenal dengan kreativitasnya yang tinggi, millennial pun sangat terkenal dengan produktivitasnya yang tinggi.

  1. Team work yang santai tapi asyik

Bersaing antar individu bukan merupak minat kaum millennial. Diskusi pemecahan masalah dan berkolaborasi atau Brainstorm merupakan cara kerja yang memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Millennial merasa kreatifitas mereka akan lebih maksimal jika melakukan sharing ilmu dan kreatifitas dengan tim. Mereka lebih fokus dalam mengeluarkan potensi diri daripada berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik.

  1. Lingkungan kerja yang nyaman

Generasi millennial suka dengan sesuatu yang santai, bukan berarti mereka lambat melainkan mereka suka melakukan pekerjaan tidak terpaku dengan waktu dan satu tempat. Lingkungan kerja yang bisa untuk bermain, tidur, memasak, dan nongkrong merupakan daya tarik yang sering digunakan perusahaan startup untuk meningkatkan produktifitas pekerjanya.

Intinya millennial tidak menyukai tempat kerja yang hanya untuk kerja saja. Oleh sebab itu, lingkungan kerja yang nyaman dan santai menjadikan millennial suka berlama-lama dikantor bahkan sampai larut malam.

  1. Akselerasi karir

Millennial sangat suka dengan hal-hal yang cepat mulai dari koneksi internet sampai perkembangan karir mereka. Mendapatkan promosi diperusahaan merupakan hal yang wajar dihadapi oleh semua didunia pekerjaan. Millennial sendiri selalu antusias akan perkembangan dan pergantian posisi di lingkungan kerja mereka.

Mereka bahkan bisa cepat bosan bila bekerja diposisi yang sama dalam waktu setahun. Maka dari itu, perusahaan yang menampung banyak generasi millennial harus juga strategis memikirkan changing role guna tetap mengoptimalkan produktifitas millennial diperusahaan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *